Macam-macam Data Statistik

on Sabtu, 13 April 2013


MENURUT SUMBER DAN PENGGUNAANNYA:
1.       Data Internal
Yaitu data yang menggambarkan keadaan atau kegiatan suatu badan yang dikumpulkan sendiri dan hasil datanya digunakan oleh badan itu sendiri.
Contoh:
-          Data pengeluaran keuangan untuk membayar biaya produksi perusahaan tekstil
-          Data hasil produksi pabrik mie “sedaap”
2.       Data Eksternal
Yaitu data yang menggambarkan keadaan atau kegiatan di luar badan dan data tersebut tidak terdapat dalam aktivitas intern suatu badan.
Contoh:
-          Bagi perusahaan “LG”, data daya beli masyarakat terhadap barang produksinya (seperti TV “Turbo Swing”) adalah data eksternal perusahaan tersebut
-          Data tingkat kepuasan masyarakat terhadap barang produksi menjadi tolok ukur dalam mengembangkan daerah pemasaran  

MENURUT CARA MEMPEROLEHNYA:
1.       Data Primer
Yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh suatu badan secara langsung serta diterbitkan oleh badan itu pula.
Contoh:
-          Sensus penduduk oleh BPS, dihasilkan data primer langsung dari penduduk
-          Data pengeluaran beras di gudang penyimpanan BULOG
2.       Data Sekunder
Yaitu data yang dilaporkan oleh suatu badan sedang badan ini tidak secara langsung mengumpulkan sendiri tapi diperoleh dari pihak lain yang telah mengumpulkannya.
Contoh:
-          Data kenaikan atau penurunan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing dari BEJ
-          Pemeriksaan dan pendataan ulang barang impor di pelabuhan dari pihak bea cukai

MENURUT SIFATNYA:
1.       Data Kualitatif
Yaitu kemungkinan observasi yang tidak dinyatakan dengan angka-angka.
Contoh:
-          Nilai rupiah sangat kuat
-          Pengangguran dan kemiskinan meningkat tajam
2.       Data Kuantitatif
Yaitu serangkaian observasi atau pengajaran yang dapat dinyatakan dengan angka-angka.
Contoh:
-          Nilai rupiah Rp 9.250,00 per US$ di akhir tahun 2006
-          Jumlah pengungsi akibat banjir di Jakarta sebanyak 1423 jiwa
Data kuantitatif terbagi atas:
a.       Data Diskrit
Yaitu data yang hanya mempunyai sejumlah terbatas nilai-nilai.
Contoh:
-          Jumlah mahasiswa di sebuah universitas
-          Banyaknya masyarakat yang memakai kendaraan roda dua di daerah Purwokerto
b.      Data Kontinu
Yaitu data yang secara teoritis dapat menjalani setiap nilai. Disebut juga nilai pengamatan kuantitatif kontinyu.
Contoh:
-          Pengukuran debit air di bendungan
-          Pengukuran tingkat curah hujan di daerah Bandung

MENURUT WAKTU PENGUMPULAN:
1.       Data Cross Section
Yaitu data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu yang bisa menggambarkan keadaan atau kegiatan pada waktu tersebut.
Contoh:
-          Data jumlah TKI yang meninggal pada tahun 2006 akibat kekerasan menggambarkan kurangnya perlindungan keselamatan TKI di luar negeri
-          Bencana meluasnya lumpur lapindo menandakan kurang seriusnya pemerintah dalam menangani korban bencana tersebut.
2.       Data Time Series
Yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu sehingga ada perkembangannya (trend) yang menunjukkan arah secara umum. Garis trend sangat berguna untuk membuat ramalan (forecasting) yang dibutuhkan bagi perencanaan.
Contoh:
-          Data persebaran penduduk di Indonesia dibutuhkan untuk perencanaan transmigrasi sebagai upaya pemerataan jumlah persebaran di tiap daerah
Data tingkat curah hujan tiap tahunnya dibutuhkan untuk mengantisipasi datangnya tanah longsor atau banjir



Sumber :
triputrim.blogspot.com/p/macam-macam-data-statistik.html
zulfikariz.com/tag/macam-macam-data-statistik/  


Djarwanto. 1982. Statistik Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Bagian Penerbit Fakultas Ekonomi UGM.
Rasyad, Rasdihan. 2003. Metode Statistik Deskriptif Untuk Umum. Jakarta: PT Grasindo.

0 komentar:

Poskan Komentar

Followers