Hancurnya Nilai Luhur Pendidikan Nasional di Indonesia

on Sabtu, 22 Desember 2012


Maraknya sebuah trend ditengah-tengah masyarakat tidak semuanya bisa menjadikan sesuatu yang menguntungkan untuk sebuah perkembangan positif bagi psikologi sosial dalam kemasyarakatan umum yang berkembangan. Narkoba, Miras, Pemerkosaan, Pornografi, Premanisme, Pungli dan bahkan Korupsi kesemuanya itu saat ini telah menjadi rangkaian psikologi sosial yang trend namun lebih banyak merusak tatanan kehidupan bermasyarakat yang bermartabat, berakhlak dan berakidah. Dan kesemuanya itu juga telah lepas dan menjauh dari kemoralan akan nilai-nilai Agama dan idiologi Pancasila yang suci bagi bangsa ini, Indonesia.
Kini kita semua saat ini sedang dihadapkan oleh sebuah fenomena hitam dan putih yang memburamkan nilai-nilai keluhuran pada dunia pendidikan nasional kita sendiri. Ramai dan menjadi trend dikalangan pelajar maupun mahasiswa saat ini yaitu tawuran antar pelajar maupun tawuran antar mahasiswa selalu sering terjadi.
Dan pada umumnya disebabkan akibat narkoba, miras, pornografi, pergaulan yang terlalu bebas juga adanya gesekan-gesekan kecil yang menjadi dibesar-besarkan didalam lingkungan psikologi sosial pada diri mahasiswa maupun pelajar itu sendiri.

Selain itu disebabkan oleh adanya budaya-budaya asing yang tidak terfilter dengan cerdas dan kreatif didalam penerimaannya. Budaya-budaya asing yang masuk melalui perkembangan teknologi modern yang begitu pesat dengan mudahnya diterima dan di ikuti tanpa ada sebuah upaya pemilahan yang jernih dalam pola kecerdasan untuk memahami dan mengikutinya. Semuanya mudah diterima dalam rangka mengikuti trend yang berkembang.
Tawuran pelajar maupun mahasiswa yang sering terjadi di dunia pendidikan nasional kita juga disebabkan karena kurangnya pemantapan dan ketetapan paten akan kurikulum pembelajaran yang mengarah kepada penguatan nilai-nilai Agama juga nilai-nilai idiologi Pancasila yang suci bagi bangsa ini.
Perkembangan nilai-nilai pendidikan nasional yang ada pada bangsa ini hanya lebih terfokus kepada upaya peningkatan nilai-nilai pendidikan nasional yang berbasis kepada perkembangan terknologi global semata yang lebih banyak menguat kepada kekuatan Liberalisme berlebihan.

Selain itu penyebab maraknya tawuran pelajar atau mahasiswa di dunia pendidikan nasional Indonesia  saat ini adalah, kurang kompetennya para pelaksana dunia pendidikan itu sendiri, hal itu bukan semata-mata karena kurangnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, akan tetapi SDM (Sumber Daya Manusia) pelaksana pendidikannya yang kurang produktif, kreatif, inovatif dan juga kurangnya memiliki pemahaman akan pengamalan nilai-nilai Agama serta nilai-nilai idiologi Pancasila itu sendiri.
Karena itulah kita juga sudah mengetahui banyak tentang berita dan peristiwa soal rusaknya moral dan akidah SDM pelaksana pendidikan itu sendiri. Ada guru yang mencabuli siswanya, ada dosen yang sengaja berselingkuh dengan mahasiswanya, dan bahkan ada guru maupun dosen yang melakukan tindakan kekerasan kepada siswanya pula, belum lagi adanya perlakuan pemerasan kepada siswa maupun kepada para orang tua/wali siswa, kesemuanya itu  oknum pendidikan sipelakunya.
Terlebih lagi mereka lebih mementingkan peningkatan penghasil berupa Gaji, Bonus, Insetif, serta anggaran-anggaran tunjangan lainnya, termasuk juga kepada pemburuan untuk meraih jabatan penting di dunia pendidikan itu sendiri. Maka tidaklah heran hampir sering setiap tahun selalu terjadi demo guru (SDM pelaksana pendidikan) untuk meminta pengajuan pengangkatan menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil).
Padahal belum tentu diantara mereka memilki kesungguhan untuk mengabdi dan mengemban tanggung jawabnya di dunia pendidikan. Kemudian tidak ada arti lagi pentingnya status pada karir pelaksana pendidikan yang bersertifikasi. Sertifikasi hanya dijadikan modal untuk penguat pengajuan peningkatan penghasilan Gaji, Bonus, Insetif, serta anggaran-anggaran tunjangan lainnya, termasuk kepada penguasaan jabatan. Dan juga tidak sedikit, banyak pelaksana pendidikan yang dengan terang-terangan berani menggadaikan Sertifikat pengangkatan jabatan PNS digadaikan untuk pinjaman uang ke bank.

Kesalahan lain yang terjadi di dunia pendidikan nasional Indonesia adalah, terjadinya tindakan korupsi dilingkungan pendidikan itu sendiri, yaitu pada pelaksanaan penerimaan siswa baru. Hal ini sudah lama terjadi, contohnya.. kebiasaan yang sudah menjadi budaya lama bahwa institusi pendidikan pada pelaksanaan penerimaan siswa baru selalu saja membuat program pengadaan sarana dan prasarana, atau ada juga program penambahan ruang kelas baru. Lalu apa yang terjadi ?. Ya sudah pasti sasarannya adalah orang tua/wali siswa untuk dijadikan korban, yaitu para orang tua/wali siswa diwajibkan ikut serta menyumbangkan anggarannya untuk mendukung program-program tersebut yang menjadi embel-embel institusi pendidikan tersebut. Padahal pemerintah sudah menganggarkannya dana untuk program pengadaan sarana dan prasarana pendidikan itu sendiri dari APBN dan APBD, termasuk anggaran untuk pengadaan dan penambahan ruang kelas baru. Lalu dikemanakan sebenarnya anggaran itu oleh para pelaku pelaksana pendidikan tersebut ?.

Hal lain kesalahan pelaksanaan pendidikan nasional kita adalah, hampir disetiap institusi pendidikan selalu saja pandai dan pintar membuat dan merencanakan program-program proyek pendidikan dilingkungan pendidikan itu sendiri, yang ujung-ujungnya adalah bisnis, contohnya program wisata pelepasan dan perpisahan para lulusan, program studi banding pendidikan, program wisata siswa dan lain sebagainya. Hal ini sudah pasti korbanya adalah para orang tua/wali siswa. Dan masih adalagi kesalahan lainya soal pelaksanaan pendidikan nasional kita adalah, setiap institusi pendidikan selalu pintar-pintarnya membuat proyek pembangunan gedung baru untuk pengadaan sarana dan prasarana pendidikan dilingkungan pendidikan itu sendiri, dan itupun selalu saja ada permainan di dalamnya.

Pelaksanaan pembangunan maupun pengadaan sarana dan prasarana pendidikan selalu mengaitkan dan melibatkan lembaga interen komite pendidikan itu sendiri (komite sekolah dan komite dewan pendidikan) untuk melaksanakan proyek tersebut, tanpa ditenderkan kepihak kontraktor yang kompeten. Ujung-ujungnya berdalil untuk mengefisiensikan anggaran agar tidak bocor dan tidak boros. Hal ini sebenarnya tidak masuk akal, padahal hal itu adalah dalam rangka bagi-bagi jatah proyek yang terjadi di dalam lingkungan institusi pendidikan itu sendiri, yaitu antara kepala sekolah (kepala pendidikan di lembaga pendidikan itu sendiri) dengan lembaga interen didalamnya, komite sekolah maupun komite dewan pendidikan yang ada di lembaga pendidikan tersebut. Nah inilah akar masalah yang sebenarnya terjadi di dunia pendidikan nasional Indonesia saat ini. Maka janganlah terlalu cepat menilai tawuran pelajar atau tawuran mahasiswa adalah buruknya pendidikan nasional di Indonesia ini, atau buruknya kurikulum pendidikan itu sendiri. Maka jelas apa yang terjadi dalam fenomena tawuran pelajar atau tawuran mahasiswa karena kurangnya kesungguhan para pelaksana pendidikan melaksanakan kewajibannya sebagai abdi pendidikan bangsa ini.

Para pelaksana pendidikan nasional lebih mementingkan kualitas kekayaan, jabatan dan peningkatan karir yang tidak dengan cara produktif yang didapatnya. Nereka sengaja membuat situasi seperti itu. Jadi kenakalan dan kebrutalan pelajar maupun mahasiswa yang sering melakukan tindakan tawuran sewena-wena bukan semata-mata saja disebabkan oleh pengaruh narkoba, pornografi dan tindakan lainnya, akan tetapi disebabkan kurangnya nilai-nilai keluhuran dan kesungguhan para pelaksana pendidikan itu sendiri didalam melaksanakan tanggung jawabanya, selain itu kurangnya mengangkat nilai-nilai pengajaran kepada peningkatan kurikulum yang berbasis penguatan nilai-nilai Agama serta nilai-nilai idiologi Pancasila dalam kebangsaan yang harmoni atas indahnya ke Bhennekaan Tunggal Eka bangsa ini.
Selainnya itu perlu pula peranan penting para orang tua membantu mengawasi, mengontrol dan memberikan peningkatan pendidikan nilai-nilai kaidah Agama kepada para putra putrinya sebagai mutiara hati yang tercinta. Dan dukungan bagi para aparatur penegak hukum dan penegak ketertiban harus lebih tegas lagi bertindak untuk melakukan tindakan penegakan hukum di dalam penanganan tawuran pelajar maupun tawuran mahasiswa.
Karena kenyataannya apa yang terjadi di dalan fenomena tawuran pelajar maupun tawuran mahasiswa justru lebih cenderung merusak tatanan psikologi sosial tentang pelanggaran HAM (Hak Azasi Manusia) dan ketertiban umum.


Disini perlunya semua pihak untuk sama-sama memiliki tanggung jawab soal fenomena kebrutalan pelajar dan mahasiswa yang sering melakukan tindakan tawuran. Peranan para alim ulama dan tokoh-tokoh agama lain juga wajib memiliki peranan penting didalamnya, sementara itu bagi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) itu sendiri harus segera bertindak untuk melakukan penyidikan, penyelelidikan dan melakukan tindakan tegas atas terjadinya tindakan korupsi anggaran pendidikan di institusi pendidikan yang terjadi selama ini.




Sumber :
http://edukasi.kompasiana.com/2012/10/02/hancurnya-nilai-luhur-pendidikan-nasional-di-indonesia-498034.html

2 komentar:

Yuniken Laily Dewi mengatakan...

Terimakasih, artikelnya sangat bermanfaat..
Najib Darmawan FIAI UII

Hadija Boftem mengatakan...

Saya ingin semua orang untuk membaca pesan ini dengan hati-hati. Saya sangat senang untuk membuat kesaksian bagaimana saya mendapat pinjaman saya di pemberi pinjaman kredit legit, saya telah menderita di tangan kreditur internet palsu di situs web tertentu, saya sudah diterapkan di beberapa perusahaan pinjaman di sini dan semua yang mereka lakukan adalah meminta saya untuk pembayaran dan setelah pembayaran, saya tidak akan mendapatkan pinjaman dari mereka, mereka adalah orang-orang palsu dari Inggris dan bahkan India. Aku merasakan sakit karena utang saya, dan saya membayar pembayaran lain untuk mendapatkan pinjaman untuk membuat saya utang yang lebih besar. Saya sangat senang ketika teman saya mengatakan kepada saya bahwa dia mendapat pinjaman dari internet, dia adalah orang yang mengatakan kepada saya tentang Nicole Morgan dari NICOLE MORGAN KREDIT PERUSAHAAN, dan saya mengajukan pinjaman 800 juta, saya mengikuti semua prosedur, saya berpikir bahwa saya tidak akan mendapatkan pinjaman, tapi aku sangat senang ketika pinjaman saya disetujui dan dikirim langsung ke rekening bank saya dalam waktu 2 hari menerapkan. Saya telah membayar semua hutang saya sekarang dan saya stabil secara finansial ketika saya menulis pesan ini. Jadi jika salah satu dari Anda berada di sini untuk mengajukan pinjaman, Anda harus menghubungi Nicole Morgan di email-nya, mereka adalah satu-satunya pemberi pinjaman kredit nyata, yang lain adalah palsu. Cukup ikuti semua prosedur di Nicole Morgan dan saya meyakinkan Anda bahwa Anda akan mendapatkan pinjaman, bijaksana sehingga Anda tidak akan kehilangan uang seperti saya, ibu kontak Nicole Morgan jika Anda benar-benar membutuhkan pinjaman nicolemorganloan@gmail.com
hubungi saya juga jadi saya bisa memberikan informasi lebih lanjut dan guardiance hadijaboften2@gmail.com
Terima kasih.

Posting Komentar

Followers